Menteri Trenggono Nilai Krakatau International Port Bisa Dukung Produktivitas Perikanan Tangkap

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai Krakatau International Port (KIP) dapat mendukung produktivitas perikanan tangkap. Itu karena lokasi, kapasitas dan fasilitas yang ada di pelabuhan tersebut sangat mendukung. "(Bagus) untuk (mendukung produktivitas) perikanan tangkap ini. Harus kita maksimalkan," ujar Menteri Trenggono di lokasi, Jumat (20/8/2021).

Krakatau International Port merupakan pelabuhan curah makanan dan padi padian terbesar di kawasan ASEAN, serta dry port kontainer produk manufaktur, kemasan, makanan olahan dengan sistem yang sudah terintegrasi dari layanan upstream hingga downstream. Pelabuhan dengan panjang 3,5 km tersebut memiliki 17 dermaga yang juga dilengkapi conveyor, gantry grab ship unloader, hingga gudang terintegrasi. PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) memplot Dermaga 4 menjadi kawasan pelayanan cold storage yang salah satunya untuk menyimpan ikan hasil tangkapan maupun budidaya.

Pemilihan Dermaga 4 sebab lokasinya strategis, memiliki jalur kereta api, dekat dengan jalan tol, pusat logistik berikat dan depo serta dryport. Kedalaman perairan Dermaga 4 juga memadai untuk berlabuhnya kapal ukuran besar, yakni mencapai 8 meter. Direktur Utama PT KBS Akbar Djohan mengatakan pengembangan sistem rantai dingin (cold chain) akan menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan daya saing transportasi.

"Harapannya bisa menjadi simpul logistik produk curah dan olahannya untuk kebutuhan di Pulau Jawa," ujar Akbar Djohan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.